Minggu, 08 Januari 2017

Negara yang Sudah Saya Kunjungi di Planet Ini

Di Postingan ini ceritanya saya mau #throwback cerita dan share gambar di negara yang sudah pernah saya kunjungi di planet ini. Postingan ini juga bisa dilihat di instagram saya dengan akun @weekdaystraveler


1. 🇨🇳 Foto ini adalah saat pertama kalinya saya keluar negeri. Negeri tirai bambu menjadi negara pertama saya, di bagian selatan China ini saya berkesempatan melihat kawasan karst yang sangat luas dan indah. 

Senin, 08 Agustus 2016

Racun di Minahasa Tenggara

Pulau Racun difoto dari udara, salah satu spot selam terbaik di sekitaran Teluk Buyat Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara. (photo by : Wildan Indrawan)
Teluk Buyat, salah satu alternatif wisata di Sulawesi Utara terletak di Minahasa Tenggara, sekitar tiga jam dari ibukota provinsi Sulawesi Utara, Manado. Teluk yang berada di kecamatan Ratatotok ini dulu lebih banyak dikenal lautnya yang rusak akibat limbah dari perusahaan tambang emas. Namun kini sudah berubah menjadi salah satu destinasi wisata bawah air dengan pesona terumbu karang dan ikan yang bermacam jenisnya. 

Sabtu, 23 Juli 2016

Via Ferrata Pertama di Indonesia

Saya di tebing tebing Parang, Purwakarta sedang mencoba jalur Via Ferrata pertama di Indonesia. (photo by : Sugeng Rohmadi)
Kini semua orang bisa memanjat tebing, kira-kira itulah yang ditawarkan operator Via Ferrata di tebing Parang, Purwakarta. Setelah diresmikannya jalur Via Ferrata awal tahun 2015 lalu, kini jalur Via Ferrata di sini dikelola oleh Skywalker. Semua orang kini bisa menikmati sensasi menegangkan di atas tebing. 

Rabu, 17 Februari 2016

Danau Bulat, Keindahan Tersembunyi di Tengah Rimba

Danau Bulat nampak dari udara yang terletak di tengah pedalaman rimba desa Jahanjang Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah. Menjadi obyek wisata andalan bagi warga setempat. (photo by : Wildan Indrawan)
Sebuah pesona tersembunyi di tengah pedalaman Kalimantan Tengah, tepatnya di desa Jahanjang kabupaten Katingan bernama danau Bulat. Danau ini bagaikan mutiara yang tersembunyi di tengah pedalaman Kalimantan karena keindahannya. Nama danau ini berasal dari seorang pendiri desa Jahanjang bernama Mat Saleh Engkang yang mempunyai istri dari Suku Dayak Kapuas bernama Bunter yang dalam bahasa Indonesia berarti bulat.